Ads Top

Ini Yang Terjadi Jika Anda Terlambat Shalat Jum'at



Siapa pun kita mungkin pernah meyaksikan orang yang terlambat mendatangi Shalat Jumat, atau terkadang kita pun pernah terlambat mendatangi masjid karena urusan tertentu. Di saat seperti itu biasanya akan muncul pertanyaan, kapan batas waktu terakhir mendatangi masjid sehingga seseorang bisa terhitung melaksanakan Jumat?

Jumhur ulama berpendapat shalat Jumat hanya bisa didapatkan dengan mendapatkan satu rakaat penuh, meski tidak mendapatkan khotbah sama sekali. Bagi yang memulai shalat bersama imam sebelum rukuk pada rakaat kedua, atau menjumpai imam tengah rukuk, ia mendapatkan shalat Jumat tersebut.

Setelah imam salam, si makmum ini meneruskan satu rakaat lagi dan menyempurnakan shalatnya. Ini pendapat mayoritas ulama, sekaligus pendapat yang rajih dalam masalah ini. Dalilnya adalah hadits Abu Hurairah a, ia menuturkan, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

مَنْ أَدْرَكَ رَكْعَةً مِنْ الصَّلَاةِ فَقَدْ أَدْرَكَ الصَّلَاةَ

“Barangsiapa mendapatkan satu raka’at shalat, maka dia dianggap telah mendapatkan shalat tersebut.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Nash ini secara umum mencakup semua shalat, termasuk shalat Jumat. At-Tirmidzi memberi judul hadits ini dalam kitab Al-Jâmi’ sebagai berikut: Bab riwayat tentang orang yang mendapatkan satu rakaat shalat Jumat. Setelah itu Al-Bukhari menyatakan, “Demikianlah praktik sebagian besar ahlul ilmi dari kalangan shahabat Nabi dan lainnya.

Mereka menyatakan, ‘Siapa yang mendapatkan satu rakaat shalat Jumat, ia menambahkan satu rakaat lagi (mendapatkan shalat Jumat), dan siapa yang mendapati jamaah sudah duduk tahiyat, ia harus shalat Zhuhur empat rakaat.’ Pendapat ini juga dinyatakan Sufyan Ats-Tsauri, Ibnu Mubarak, Syafi’i, Ahmad, dan Ishaq.’”( Jâmi’ At-Tirmidzi, II/402-403)

Bagi yang mendapatkan kurang dari satu rakaat bersama imam, misalkan mendapati imam sudah bangun dari rukuk rakaat kedua, atau sedang sujud ataupun duduk tasyahud, ia ketinggalan shalat Jumat, berdasarkan konteks hadits di atas. Yaitu siapa pun yang mendapatkan kurang dari satu rakaat, ia tidak mendapatkan shalat tersebut. Karena itu, bagi yang tidak mendapatkan shalat Jumat harus shalat Zhuhur empat rakaat meski sudah memulai shalat bersama imam dengan niat shalat Jumat. (Al-Mughni, III/189-190), Asy-SyarhAl-Mumti’, V/61)

Syekh Abdul Aziz Ibnu Baz menerangkan, “Apabila makmum telat shalat Jumat dan hanya mendapatkan sujud dan tasyahud, maka dia shalat zuhur dan tidak shalat Jumat. Sebab, status shalat hanya bisa didapatkan setelah mengerjakan satu rakaat. (https://binbaz.org.sa/fatawa/1303)

Menurut beliau, pendapat di atas berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Siapa yang mendapatkan satu rakaat shalat maka dia sudah dianggap mendapatkan shalat.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Demikian pula sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:

مَنْ أَدْرَكَ رَكْعَةً مِنْ صَلَاةِ الْجُمُعَةِ فَلْيُضِفْ إِلَيْهَا أُخْرَى وَقَدْ تَمَّتْ صَلَاتُهُ

“Siapa yang mendapatkan satu rakaat shalat Jumat maka hendaknya dia tambahkan rakaat yang lain, sehingga shalat Jumatnya sempurna.” (HR. An-Nasai dan At-Turmudzi)

Jadi pendapat yang rajih adalah apabila seseorang terlambat mendatangi shalat Jumat dan hanya mendapat satu rakaat bersama imam maka ia telah terhitung melaksanakan Jumat. Namun jika lebih dari itu, maka ia wajib menggatikannya dengan Shalat Dhuhur.  Wallahu a’lam bis shawab!
[kib]

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.